Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar


Malam Lailatul Qadar

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar - Malam lailatul qadar adalah malam yang ditunggu-tunggu seluruh kaum muslimin, terlebih yang sungguh-sungguh (mujahadah) seperti tertuang pada Quran surat al-Ankabut ayat 69 dan disiplin (QS Al-Mulk:2), untuk mengisi malam-malam bulan ramadhan dengan ibadah, shalat tarawih, shalat witir, Qiyamullail(shalat malam), membaca Al Quran, dan lain sebagainya.

Apalagi, amalan ibadah yang dilakukan pada bulan ramadhan diganjar 700 kali lipat. Setiap amalan anak adam itu adalah untuknya, digandakan sesuatu kebajikan 10 kali lipat ganda seumpamanya sehingga menjangkaui 700 kali lipat, melainkan puasa. 


(Firman Allah SWT),"Sesungguhnya puasa ini untukKu dan Aku akan memberi balasan dengannya, dia meninggalkan makan minum dan syahwatnya karenaKu, Bagi orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu Rabnya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak kesturi." (Riwayat Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151).

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan". (QS. Al-Qadr:3)

Karena keutamaan malam lailatul qadar inilah banyak orang sungguh-sungguh beribadah khususnya pada 10 malam terakhir di bulan ramadhan dengan melakukan i'tikaf di masjid-masjid. I'tikaf artinya berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

I'tikaf sunnah dilakukan setiap waktu, tetapi yang paling utama jika dilakukan dalam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW selalu melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Berikut kami paparkan tanda-tanda malam lailatul qadar:
  1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi)

  2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

  3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

  4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.
    Dari Abi bin Ka'ab bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya,"Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik. (HR. Muslim).

Itulah 4 (empat) tanda-tanda turunnya malam lailatul qadar. Semoga kita semua mampu meraih malam lailatul qadar ini, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Semoga Allah SWT mengijabahi dan mengabulkan semua doa-doa kita selama bulan ramadhan ini.
Read More
Malam Lailatul Qadar dan Cara Menggapainya

Malam Lailatul Qadar dan Cara Menggapainya

Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar dan Cara Menggapainya - Semalam, tanggal 15 Juni 2017 setelah maghrib, kita memasuki malam ke-21 dari bulan Ramadhan. Malam Lailatul Qadar adalah sesuatu yang selalu diburu oleh kaum muslimin, khususnya di 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan. 

Banyak sekali keistimewaan dari Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan itu ketika seorang hamba beribadah dengan tulus dan ikhlas di dalamnya, khususnya melalui I'tikaf di masjid.


Hukum dan Adab I'tikaf

I'tikaf (الاعتكاف) dari segi bahasa berasal dari kata (العكوف). Artinya; Menetap dan berada di sekitarnya pada masa yang lama. Seperti firman Allah dalam surat Al-Anbiya: 52 dan surat Asy-Syu'ara: 71.

Sedangkan dari segi istilah, yang dimaksud i'tikaf adalah menetap di masjid dalam waktu tertentu dengan niat beribadah.

Landasan Hukum:

Syariat I'tikaf dinyatakan dalam Alquran, hadits dan perbuatan Rasulullah saw serta para sahabat.

- Dalam surat Albaqarah ayat 125 Allah Ta'ala berfirman,

أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ - سورة البقرة: 135

"…Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I'tikaf, yang ruku' dan yang sujud." (QS. Albaqarah: 125)

Aisyah radhiallahu anha berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ -متفق عليه

"Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian para isterinya melakukan I'tikaf sesudahnya." (Muttafaq alaih).

Para ulama sepakat bahwa I'tikaf adalah perbuatan sunah baik bagi laki-laki maupun wanita. Kecuali jika seseorang bernazar untuk I'tikaf, maka dia wajib menunaikan nazarnya.


Lama i'tikaf dan Waktunya

Pendapat yang kuat bahwa lama I'tikaf minimal sehari atau semalam, berdasarkan riwayat dari Umar bin Khattab, bahwa beliau menyampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa dirinya di masa jahiliah pernah bernazar untuk I'tikaf di Masjidilharam selama satu malam, maka Rasulullah saw bersabda, 'Tunaikan nazarmu." (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa I'tikaf dapat dilakukan walau beberapa saat saja diam di masjid. Namun, selain bahwa hal ini tidak ada landasan dalilnya, juga tidak sesuai dengan makna I'tikaf yang menunjukkan berdiam di suatu tempat dalam waktu yang lama. 

Bahkan Imam Nawawi yang mazhabnya (Syafii) berpendapat bahwa I'tikaf boleh dilakukan walau sesaat tetap menganjurkan agar I'tikaf dilakukan tidak kurang dari sehari, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah saw dan para shahabat bahwa mereka melakukan I'tikaf kurang dari sehari.

Sedangkan lama maksimal I'tikaf tidak ada batasnya dengan syarat seseorang tidk melalaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya atau melalaikan hak-hak orang lain yang menjadi kewajibannya.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw di tahun wafatnya pernah melakukan I'tikaf selama dua puluh hari (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Adapun waktu I'tikaf, berdasarkan jumhur ulama, sunah dilakukan kapan saja, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah melakukan I'tikaf di bulan Syawal (Muttafaq alaih).

Beliau juga diriwayatkan pernah I'tikaf di awal, di pertengahan dan akhir Ramadan (HR. Muslim).

Namun waktu I'tikaf yang paling utama dan selalu Rasulullah saw lakukan hingga akhir hayatnya adalah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.


Masjid Tempat I'tikaf

Masjid yang disyaratkan sebagai tempat i'tikaf adalah masjid yang biasa dipakai untuk shalat berjamaah lima waktu. Lebih utama lagi jika masjid tersebut juga digunakan untuk shalat Jum'at. Lebih utama lagi jika dilakukan di tiga masjid utama; Masjidilharam, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Terdapat atsar dari Ali bin Thalib dan Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa I'tikaf tidak sah kecuali di masjid yang dilaksanakan di dalamnya shalat berjamaah (Mushannaf Abdurrazzaq, no. 8009). Disamping, jika I'tikaf dilakukan di masjid yang tidak ada jamaah shalat fardhu, peserta i'tikaf akan dihadapkan dua perkara negatif; Dia tidak dapat shalat berjamaah, atau akan sering keluar tempat I'tikafnya untuk shalat berjamaah di masjid lain.

Yang dimaksud masjid sebagai tempat I'tikaf adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat dan semua area yang bersambung dengan masjid serta dibatasi pagar masjid, termasuk halaman, ruang menyimpan barang, atau kantor di dalam masjid.

Lebih baik lagi jika masjidnya memiliki fasilitas yang dibutuhkan peserta I'tikaf, seperti tempat MCK yang cukup, atau ruangan yang luas tempat tidur dan menyimpan barang bawaan.


Bolehkah I’tikaf Di Mushalla?

Perlu diperjelas dahulu apa yang dimaksud dengan mushalla di sini? Sebab ada kesalahkaprahan dalam masalah ini.

Makna mushalla yang sebenarnya adalah tempat umum yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk shalat. Misalnya lapangan yang digunakan untuk shalat Id, maka ketika itu lapangan tersebut disebutk sebagai mushalla (tempat shalat). Atau lorong dan basement di perkantoran yang sewaktu-waktu digunakan sebagai tempat shalat dan jika selesai dikembalikan fungsinya seperti semula. Mushalla seperti ini jelas tidak dapat digunakan untuk I’tikaf.

Adapun apa yang disebut mushalla pada bangunan yang telah khusus diperuntukkan untuk shalat bahkan sudah diwakafkan untuk itu, sebagaimana yang banyak terdapat di tengah masyarakat, pada hakekatnya itu adalah masjid, hanya saja dia umumnya tidak digunakan untuk shalat Jumat. 

Karenanya, oleh masyarakat, untuk membedakannya dengan masjid yang digunakan untuk shalat Jumat tempat tersebut disebut dengan istilah mushallah. Sementara di negeri-negeri Arab, tempat seperti itu tetap disebut dengan masjid, sedangkan masjid yang digunakan untuk shalat Jumat disebut Jami’.

Kesimpulannya, dibolehkan I’tikaf di mushalla seperti yang dijelaskan di atas dengan catatan di mushalla tersebut dilaksanakan shalat berjamaah lima waktu. Adapun untuk shalat Jum’at dia boleh keluar ke masjid lain dan segera kembali ke mushalla tersebut jika sudah selesai. Wallahu a’lam.


Kapan mulai I'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan kapan berakhir?

Jumhur ulama berpendapat bahwa I'tikaf dimulai sejak sebelum terbenam matahari malam 21 Ramadan, atau tepatnya di sore hari tanggal 20 Ramadan sebelum waktu Maghrib. Berdasarkan kenyataan bahwa malam 21 adalah bagian dari sepuluh malam terakhir Ramadan, bahkan termasuk malam ganjil yang diharapkan turun Lailatul Qadar.

Ada juga yang berpendapat bahwa awal I'tikaf dimulai sejak shalat Fajar tanggal 21 Ramadan. Berdasarkan hadits Aisyah ra bahwa Rasulullah saw jika hendak I'tikaf, beliau shalat Fajar, setelah itu beliau masuk ke tempat I'tikafnya (HR. Muslim).

Adapun waktu berakhirnya, sebagian ulama berpendapat bahwa I'tikaf berakhir ketika dia akan keluar untuk melakukan shalat Id, namun tidak terlarang jika dia ingin keluar sebelum waktu itu. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu I'tikaf berakhir sejak matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.


I'tikaf Bagi Wanita

Wanita dibolehkan melakukan I'tikaf berdasarkan keumuman ayat. Juga berdasarkan hadits yang telah disebutkan bahwa isteri-isteri Rasulullah saw melakukan I'tikaf. Terdapat juga riwayat bahwa Rasulullah saw mengizinkan Aisyah dan Hafshah untuk melakukan I'tikaf (HR. Bukhari)

Namun para ulama umumnya memberikan syarat bagi wanita yang hendak melakukan I'tikaf, yaitu mereka harus mendapatkan izin dari walinya atau suaminya bagi yang sudah menikah, tidak menimbulkan fitnah, ada tempat khusus bagi wanita di masjid dan tidak sedang dalam haidh dan nifas.


Keluar dari Masjid saat I'tikaf

Secara umum, orang yang sedang I'tikaf tidak boleh keluar dari masjid. Kecuali jika ada kebutuhan pribadi mendesak yang membuatnya harus keluar dari masjid.
Aisyah radhillahu anha berkata,

وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُدْخِلُ عَلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةٍ إِذَا كَانَ مُعْتَكِفًا - متفق عليه

"Adalah Rasulullah saw menyorongkan kepalanya kepadaku sedangkan dia berada di dalam masjid, lalu aku menyisir kepalanya. Beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada kebutuhan jika sedang I'tikaf." (Muttafaq alaih)

Perkara-perkara yang dianggap kebutuhan mendesak sehingga seorang yang I'tikaf boleh keluar masjid adalah; buang hajat, bersuci, makan, minum, shalat Jumat dan perkara lainnya yang mendesak, jika semua itu tidak dapat dilakukan atau tidak tersedia sarananya dalam area masjid.

Keluar dari masjid karena melakukan hal-hal tersebut tidak membatalkan I'tikaf. Dia dapat pulang ke rumahnya untuk melakukan hal-hal tersebut, lalu lekas kembali jika telah selesai dan kemudian meneruskan kembali I'tikafnya.

Termasuk dalam hal ini adalah wanita yang mengalami haid atau nifas di tengah i'tikaf.

Akan tetapi jika seseorang keluar dari area masjid tanpa kebutuhan mendesak, seperti berjual beli, bekerja, berkunjung, dll. Maka I'tikafnya batal. Jika dia ingin kembali, maka niat I'tikaf lagi dari awal.

Bahkan, orang yang sedang i'tikaf disunahkan tidak keluar masjid untuk menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah dan mencumbu isterinya, sebagaimana perkataan Aisyah dalam hal ini (HR. Abu Daud).


Pembatal I'tikaf

Berdasarkan ayat yang telah disebutkan, bahwa yang jelas-jelas dilarang saat I'tikaf adalah berjimak. Maka para ulama sepakat bahwa berjimak membatalkan I'tikaf. Adapun bercumbu, sebagian ulama mengatakan bahwa hal tersebut membatalkan jika diiringi syahwat dan keluar mani. Adapun jika tidak diiringi syahwat dan tidak mengeluarkan mani, tidak membatalkan.

Termasuk yang dianggap membatalkan adalah keluar dari masjid tanpa keperluan pribadi yang mendesak. Begitu pula dianggap membatalkan jika seseorang niat dengan azam kuat untuk keluar dari I'tikaf, walaupun dia masih berdiam di masjid.

Seseorang dibolehkan membatalkan I'tikafnya dan tidak ada konsekwensi apa-apa baginya. Namun jika tidak ada alasan mendesak, hal tersebut dimakruhkan, karena ibadah yang sudah dimulai hendaknya diselesaikan kecuali ada alasan yang kuat untuk menghentikannya.


Yang dianjurkan, dibolehkan dan dilarang

Dianjurkan untuk fokus dan konsentrasi dalam ibadah, khususnya shalat fardhu, dan memperbanyak ibadah sunah, seperti tilawatul quran , berdoa, berzikir, muhasabah, talabul ilmi, membaca bacaan bermanfaat, dll. Namun tetap dibolehkan berbicara atau ngobrol seperlunya asal tidak menjadi bagian utama kegiatan i'tikaf, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah saw dikunjungi Safhiah binti Huyay, isterinya, saat beliau I'tikaf dan berbicara dengannya beberapa saat. Dibolehkan pula membersihkan diri dan merapikan penampilan sebagaimana Rasulullah saw disisirkan Aisyah ra, saat beliau I'tikaf.

Dilarang saat I'tikaf menyibukkan diri dalam urusan dunia, apalagi melakukan perbuatan yang haram seperti ghibah, namimah atau memandang pandangan yang haram baik secara langsung atau melalui perangkat hp dan semacamnya.

Hindari perkara-perkara yang berlebihan walau dibolehkan, seperti makan, minum, tidur, ngobrol, dll.

Wallahua'lam bishshaawab. (Sebagian besar diolah dari tulisan Ustadz Abdullah Haidir)
Read More
Inspirasi Bisnis Menguntungkan Di Bulan Ramadhan

Inspirasi Bisnis Menguntungkan Di Bulan Ramadhan

Inspirasi Bisnis

Inspirasi Bisnis Menguntungkan Di Bulan Ramadhan - Bulan Ramadhan yang sedang kita jalani saat ini, tak terasa sudah berlalu selama 17 hari. Bulan Ramadhan merupakan sebuah bulan yang  sangat ditunggu–tunggu oleh sebagian besar umat muslim di seluruh penjuru dunia. Selama bulan ini umat muslim akan melakukan puasa penuh selama 30 hari.

Selain itu pada bulan ini juga di buka berbagai macam pintu berkah dan Alloh SWT akan melimpahkan banyak sekali pahala dari setiap amalan dan ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.


Pada saat bulan suci ramadhan banyak orang yang mempersiapkan berbagai macam persiapan misalnya saja mudik, pulang kampung, berbelanja persiapan buat menyongsong lebaran, dan berbagai macam kegiatan yang lainnya. Namum, ada beberapa orang yang memanfaatkan momen bulan suci ini sebagai salah satu momen yang tepat untuk membuka bisnis Ramadhan.

Pada kesempatan kali ini, artikel ini akan mengajak anda membahas mengenai berbagai macam inspirasi bisnis yang menguntungkan yang mana bisa anda lakukan selama bulan Ramadhan berlangsung. Siapa tahu setelah membaca berbagai macam inspirasi bisnis berikut ini, bisa menjadi inspirasi bagi anda. 

Bisnis Ramadhan
Bisnis sambilan saya di kantor, 2 tahun lalu (2015)

 
Berikut ini adalah contohnya, yaitu :
  • Berjualan kurma.
    Kurma adalah sebuah buah yang berasal dari saudi arabiah. Makanan ini menjadi salah satu makanan yang disunnahkan oleh Rasulullah yang mana  sangat dianjurkan untuk memakan satu buju kurma pada saat sahur. Selain itu juga bisa digunakan sebagai menu pembuka pada saat buka puasa. Nah, pada saat bulan Ramadhan ini, banyak orang yang berburu buah kurma ini. Oleh karena itu, anda bisa memulai bisnis kurma pada saat bulan suci Ramadhan
  • Jualan minuman dingin.
    Pada saat berbuka puasa, bisa dipastikan bahwa hampir sebagian besar orang ingin mengkonsumsi berbagai macam minuman dingin sebagai pelepas  dahaga saat berbuka puasa. Melirik fenomena tersebut, anda bisa mencoba peluang berjualan beranekaragam minuman dingin misalnya saja es teh, es buah, dan sebagainya
  • Jualan manisan.
    Manisan adalah jenis makanan yang terbuat dari berbagai macam buah yang diawetkan dengan diberikan gula. Nah, makanan yang manis – manis ini sangat cocok untuk dijadikan menu pembuka puasa dan banyak di cari oleh hampir sebagian besar orang
  • Berjualan pakaian muslim.
    Puncak dari bulan Ramadhan adalah hari kemenangan idul fitri. Ada berbagai macam hal yang kan dipersiapkan untuk menjelang hari kemenangan tersebut. Salah satunya adalah mempersiapkan berbagai macam baju muslim untuk lebaran. Lebaran sangat identik dengan yang namanya pakaian baru. Oleh karena itu, anda bisa menjalankan bisnis pakaian untuk lebaran
  • Berjualan sarung dan mukena.
    Perlengkapan ibadah paling banyak diburu pada saat bulan ramadan. Hampir sebagian besar orang baik pria maupun wanita selalu ingin berpenampilan baru menjelang bulan suci Ramadhan.Dengan berbisnis perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung bisa dipastikan laris dan laku
  • Jualan beranekaragam kue kering.
    Kue kering merupakan salah satu jenis makanan yang banyak banyak disungguhkan pada lebaran. Banyak orang yang mencari kue kering selama buklan ramadan yang biasanya digunakan untuk diberikan kepada orang kerabat sebagai bingkisan parsel lebaran. Dengan membuat berbagai macam kue kering yang beranekaragam maka akan membuat bisnis kue kering anda akan mendulang sukses
  • Bisnis rental mobil.
    Selain bisnis makanan, bisnis rental mobil ini akan sangat laris pada saat bulan Ramadhan. Banyak orang yang membutuhkan jasa rental untuk di bawa mudik ke kampung halaman bersama dengan keluarga tercinta

Read More
Keutamaan Bulan Ramadhan Untuk Kesehatan Tubuh

Keutamaan Bulan Ramadhan Untuk Kesehatan Tubuh


Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan Untuk Kesehatan Tubuh - Tahukan Anda bahwa menunaikan puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menjadi ladang pahala, serta membuat akhlak menjadi lebih baik, tapi juga membuat tubuh menjadi lebih sehat. Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui manfaat dari puasa yang satu ini.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang akan Anda peroleh, jika menunaikannya dengan baik, antara lain :
 

  1. Baik untuk sistem pencernaan
    Pada saat seseorang berpuasa, maka sistem pencernaannya akan beristirahat. Tepat pada saat beristirahat ini, organ pencernaan akan mulai bebenah diri, dan mulai memperbaiki diri. Jika ada salah satu organ atau bagian yang mengalami kerusakan, akan segera diperbaiki.

    Lalu bagaimana dengan penyakit gastritis atau maag, pada dasarnya penyakit ini tidak mungkin kambuh pada saat seseorang sedang berpuasa. Penyakit ini kambuh karena sistem kimia tubuh kacau, atau ketika seseorang mulai mengalami stress, baik yang disadari atau tidak.
  2. Baik untuk kesehatan jantung serta pembuluh darah
    Melakukan puasa juga baik untuk penderita jantung. Ketika seseorang melakukan puasa di bulan Ramadhan, maka kandungan HDL akan meningkat, dan kandungan LDL dalam tubuh akan menurun. Kondisi ini yang akan membuat kesehatan jantung baik, bahkan sistem peredaran darah juga mulai lancar.
  3. Kondisi psikologis yang tenang, dapat mencegah penyakit kronis
    Ketika seseorang yang berpuasa di bulan ramadhan, maka seseorang tersebut harus dapat mengontrol emosinya. Kondisi ini yang membuat seseorang menjadi lebih tenang. Serta menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh.

    Kondisi ini dapat mencegah munculnya kolesterol berlebih, dan membuat kontraksi empedu jadi lebih baik. Sehingga berbagai macam penyakit kronis dapat terhindarkan.
  4. Berpikir jadi lebih tajam dan kreatif
    Berpuasa juga membuat seseorang dapat berpikir dengan tenang. Dalam kondisi tenang ini, maka performa otak jadi lebih baik dan lebih tajam. Itu juga yang menjadi alasan mengapa seseorang dapat menciptakan berbagai macam ide kreatif.

    Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang melakukan puasa selama 7 hari. Pada saat berpuasa tersebut, terbukti, bahwa kewaspadaan mereka dan mental mereka mulai meningkat, hingga berbagai tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik.
  5. Performa saksualitas mengalami peningkatan
    Berdasarkan sebuah penelitian, pada saat seseorang berpuasa, maka kadar hormon testosterone, perangsang jantung / FSH dan juga Lemotin akan naik. Namun hal ini hanya bersifat sementara. Setelah puasa selesai dilakukan, maka kadar hormon ini akan turun kembali.
  6. Mencegah kegemukan
    Ketika seseorang berpuasa, maka tubuh akan mulai membuat energy untuk aktifitas sehari-hari dari berbagai macam cadangan makanan yang ada, baik itu cadangan lemak, sisa makanan yang ada di dalam usus, atau bahkan cadangan lainnya, seperti protein berlebih, dan hal lainnya. Ini yang membuat sistem pencernaan jadi lebih baik, dan sistem sekresi juga jadi lebih lancar. Hasilnya berat badan pun akan berkurang.
  7. Sistem kekebalan tubuh meningkat
    Tahukan Anda bahwa salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan pada seseorang yang melakukan puasa.

    Dimana Limfosit yang ada di dalam tubuh naik menjadi 10 kali lipat. Kondisi ini yang akan mempengaruhi sistem imun tubuh, hasilnya berbagai macam penyakit tidak mudah masuk ke dalam tubuh.
  8. Baik untuk ginjal
    Ginjal adalah salah satu organ yang berfungsi untuk menyaring berbagai macam racun yang ada di dalam tubuh. Ketika seseorang berpuasa, maka ginjal akan mengurasi asupan air.

    Jika kekuatan osmosis urin biasanya mencapai 1.000 hingga 12.000 ml / kg air, maka ketika seseorang berpuasa, hal ini akan berkurang. Hasilnya kinerja ginjal akan lebih maksimal.
Read More
Menyibak Keistimewaan Bulan Ramadhan Dibanding Bulan Lainnya Bagi Seorang Muslimin

Menyibak Keistimewaan Bulan Ramadhan Dibanding Bulan Lainnya Bagi Seorang Muslimin


Keistimewaan Bulan Ramadhan

Menyibak Keistimewaan Bulan Ramadhan Dibanding Bulan Lainnya Bagi Seorang Muslimin - Bulan Ramadhan telah tiba, sudah waktunya untuk berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bulan yang satu ini disebut istimewa, karena memang bulan ini berbeda dengan kebanyakan bulan lainnya, baik yang dapat dilihat secara kasat mata, maupun tidak, baik yang dapat diteliti oleh science maupun tidak.

Namun yang akan dijelaskan berikut ini adalah berbagai macam keistimewaan bulan Ramadhan yang akan diperoleh seorang muslimin, jika dapat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.


  1. Bulan untuk mendidik ketakwaan seseorang
    Dalam surat Albaqarah ayat 183 disebutkan, bahwa bahwa seorang muslimin harus melakukan ibadah puasa, seperti yang telah dilakukan oleh kaum sebelumnya. Dimana pada bulan ini, seorang muslim bukan hanya harus menahan haus dan lapar, tetapi mengendalikan haus dan lapar tersebut.

    Ini yang akan menjadi salah satu pelajaran untuk mengendalikan emosi dengan baik, ini juga yang membuat seorang muslim mampu menjadi pribadi yang baik.
  2. Bulan yang didalamnya terdapat Lailatul Qodar
    Lailatul Qodar atau bulan seribu bulan, artinya hanya 1 malam yang mulianya sama seperti seribu bulan. Lailatur Qodar ini adanya di akhir bulan Ramadhan, dimana alam pun seolah tidak bernafas, dan menikmati proses terjadinya fenomena alam yang hanya terjadi 1 kali selama 1 tahun ini.

    Seorang muslimin yang dapat beribadah dengan baik, tentu akan memperoleh malam yang luar biasa ini.
  3. Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas antar sesama manusia
    Walaupun sejatinya umat muslimin yang menunaikan ibadah puasa ini, namun jika dilihat secara luas. Seluruh umat manusia pun baik kaum muslimin maupun yang bukan, turut menghormati bulan ini. Akan timbul toleransi yang baik, antar umat beragama.

    Dimana pada bulan ini, mereka yang tidak menunaikan ibadah puasa, akan menghormati umat muslim dengan tidak makan minum di tempat terbuka.

    Selain itu solideritas sesama muslim pun akan tergugah, dengan diadakannya buka puasa bersama di masjid, dan saling memberikan bekal untuk berbuka atau sahur.
  4. Bulan puasa menyehatkan
    Keistimewaan lain dari bulan puasa adalah puasa itu menyehatkan. Bagaimana tidak, dengan berpuasa, maka seseorang akan disiplin makan. Seorang muslimin hanya dapat makan ketika fajar belum terbit dan ketika matahari sudah terbenam.

    Selama berpuasa, maka seluruh sistem pencernaan akan berhenti, mereka mulai memperbaiki berbagai kerusakan yang ada. Tidak hanya itu, suplai tenaga untuk aktifitas sehari-hari menggunakan cadangan lemak, dan beberapa hal lainnya yang dapat digunakan sebagai energy bagi tubuh. Ini yang membuat tubuh menjadi lebih sehat, dan penyakit pun dapat teratasi dengan baik.
  5. Bulan penuh rahmat dan ampunan
    Keistimewaan berikutnya dari bulan ini adalah penuhnya rahmat dan ampunan yang diberikan oleh Alloh SWT, pada umatnya. Ada banyak sekali pahala yang dilimpahkan pada bulan Rahadhan ini, seperti doa yang mustajab (atau doa yang langsung dijabah), pahala umrah pada bulan ramadhan sama dengan ibadah haji, semakin banyak sedekah dan amal baik, maka semakin berlipat pahala yang akan tercurah, dan hal lainnya.

Selain itu masih banyak lagi keistimewaan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Namun inti dari bulan Ramadhan ini adalah membuat umat muslimin menjadi lebih baik, dan serta mampu memperbaiki diri, sehingga ketika bulan ini berakhir, akan menjadi seseorang yang baru, atau menjadi seseorang yang fitrah, sebagaimana mereka baru saja dilahirkan.
Read More
Cara Asyik Ngabuburit Pada Bulan Ramadhan

Cara Asyik Ngabuburit Pada Bulan Ramadhan

Cara Asyik Ngabuburit Pada Bulan Ramadhan

Cara Asyik Ngabuburit Pada Bulan Ramadhan - Pada bulan Ramadhan, kamu dapat melakukan beberapa hal dalam menunggu adzan maghrib. Kata ngabuburit pasti tidak asing ditelinga kamu, merupakan kegiatan yang dapat kamu lakukan pada saat sore hari sambil menunggu waktu berbuka.

Waktu berbuka adalah waktu yang sangat ditunggu, setelah seharian menahan lapar dan haus. Tentu saja didukung badan yang sudah lemas, membuat kamu tidak sabar menunggu untuk berbuka.


Dengan ngabuburit waktu akan terasa singkat sehingga kamu akan terasa cepat pada saat waktu berbuka.  Kamu dapat melakukan ngabuburit dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa mengurangi pahala puasa.
 
  1. Memasak Dan Mencoba Resep Baru
    Bagi kamu kaum hawa dapat melakukan kegiatan asyik ini. Kamu dapat mengasah keterampilan masak kamu dan dapat mencoba resep baru untuk menu berbuka. Agar menu berbuka kamu bervariasi tidak itu-itu saja.

    Kamu dapat mencoba bertukar resep dengan teman kamu atau mencari resep dari internet. Dijamin kamu tidak akan terasa waktu berjalan dengan cepat. Agar semakin seru, kamu dapat mengajak teman-teman atau si kecil.

    Dengan mengajak anak masak, kamu dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya dan dapat mengajarinya tentang warna dan berhitung. Dibandingkan kamu membeli makanan diluar, kamu dapat menghemat dengan memasak sendiri makanan di rumah untuk keluarga.
  2. Membaca Buku
    Untuk mengisi waktu luang sambil menambah wawasan kamu dapat membaca buku. Apalagi kamu sangat menyukai membaca, dijamin waktu berbuka akan cepat. Kamu dapat membaca buku-buku menarik atau buku terbaru agar tidak ketinggalan zaman. Selain dapat menambah pengetahuan, membaca juga dapat menghilangkan stress dan meningkatkan cara berpikir analisis yang kuat.
  3. Berjualan Jajanan Khas Ramadhan
    Salah satu kesibukan yang dapat kamu coba untuk menunggu waktu berbuka adalah dengan berjualan. Kegiatan ini dapat menambah pundi-pundi uang kamu untuk berlebaran.

    Kamu dapat berjualan es buah, kolak, atau jajanan pasar lainnya. Agar semakin seru kamu dapat mengajak teman-teman. Dagangkan jajanan kamu beberapa jam sebelum waktu berbuka dan dagangkan dipinggir jalan.

    Dan kamu dapat juga berdagang dengan cara yang unik agar pembeli tertarik atau kamu dagangkan juga jajanan tersebut secara online agar banyak peminatnya.
  4. Hunting Foto
    Untuk menambah koleksi foto kamu di Instagram kamu dapat hunting foto di tempat bersejarah atau foto kegiatan pada saat bulan Ramadhan. Agar semakin bermanfaat kamu dapat ikut lomba atau mengirim hasil foto kamu pada koran-koran.

    Selain itu hunting foto bersama teman juga tidak kalah seru dan diakhiri dengan berbuka puasa bersama. Dengan cara tersebut silaturahmi kamu dengan teman-teman tidak akan terputus. Dan dengan hunting foto kamu dapat memperkenalkan spot-spot unik yang jarang dikunjungi.
  5. Berolahraga
    Kata siapa pada saat puasa tidak dapat olahraga?, kamu dapat melakukan olahraga yang ringan. Jangan sampai puasa menghambat kegiatan olahraga kamu. 

    Olahraga juga dapat membakar kalori dan membuat tubuh sehat. Kamu tidak ingin jika pada puasa berat badan semakin bertambah. Berolahraga pada sore hari tidak kalah seru dengan olahraga pada pagi hari.
  6. Berbelanja
    Buat perempuan kegiatan ini tidak pernah membosankan dan sangat dijamin dapat membuat lupa waktu. Kamu dapat berbelanja pakaian untuk lebaran, tetapi ingat jangan sampai kamu menghabiskan uang dalam sekejap dengan membeli barang yang tidak berguna.

Demikianlah beberapa kegiatan yang dapat kamu lakukan saat ngabuburit di bulan Ramadhan.
Read More
4 Olahraga Yang Dapat Kamu Lakukan Pada Bulan Puasa

4 Olahraga Yang Dapat Kamu Lakukan Pada Bulan Puasa

Olahraga di Bulan Ramadhan
Olahraga di Bulan Ramadhan

4 Olahraga Yang Dapat Kamu Lakukan Pada Bulan Puasa - Bulan puasa merupakan hal yang sangat dinantikan oleh setiap muslim. Merupakan salah satu ibadah wajib, puasa merupakan dimana seseorang menahan hawa nafsu.

Dimulai pada saat matahari terbit hingga matahari tenggelam. Karena tidak makan selama beberapa jam, mengakibatkan pada saat puasa akan membuat lemas. Padahal dengan berpuasa kita sedang mendetoks tubuh dimana akan membersihkan tubuh kita dari racun.


Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sangat dihindari pada saat puasa karena dianggap akan membuat tubuh semakin lemas. Padahal apabila kita menjaga pola makan pada saat sahur dan berbuka dan mencukupi kebutuhan minum dijamin tubuh kamu tidak akan lemas.

Olahraga pada saat puasa juga dapat menjaga tubuh dapat prima dan sehat bugar. Oleh karena itu kamu dapat mencoba olahraga ringan yang dapat menyeimbangkan dan menjaga kebugaran tubuh. Kamu dapat melakukan pada saat setelah sahur atau sambil menunggu adzan maghrib.
  1. Jalan Santai
    Nah, olahraga ini bisa kamu lakukan setelah sahur. Kamu dapat merasakan segarnya udara pagi sekaligus dapat membakar kalori. Dibandingkan setelah sahur kamu tidur, lebih baik kamu melakukan olahraga ini.

    Untuk awal-awal kamu dapat berkeliling kompleks rumah selama 15 menit dalam minggu pertama. Seiring berjalannya waktu, kamu dapat meningkatkan menjadi 20 menit, 30 menit, hingga 1 jam. Dan jangan lupa juga meningkatkan kecepatannya, mulai dari santai hingga cepat.

    Selain dapat menurunkan berat badan, jalan santai juga terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan paru-paru, melancarkan sirkulasi darah dan mengontrol gula darah.
  2. Jogging
    Jika kamu kurang tertantang dengan jalan santai, kamu dapat mencoba olahraga satu ini. Ada baiknya kamu melakukannya pada saat sehabis sahur, karena kamu tidak akan merasa mudah lelah karena  masih menyimpan energi pada tubuh.

    Kamu dapat melakukannya selama 15-30 menit, olahraga ini dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang berlebihan pada tubuh kamu. Tetapi ingat, berolahraga pada saat puasa dapat membuat jantung mudah berdebar. Apabila kamu merasa jantungmu mulai berdebar kencang, kamu dapat berhenti jogging atau mengurangi durasi waktu jogging.
  3. Yoga
    Olahraga ini sangat ampuh untuk mempercepat proses detoksifikasi tubuh kamu. Olahraga ini juga dapat membuat pikiran kamu rileks karena gerakannya yang mudah dilakukan dalam keadaan tenang dan perlahan.

    Gerakan yoga sangat berfokus pada pelatihan pernapasan yang dapat membantu penyuplaian oksigen ke otak. Sehingga dapat membantu merilekskan pikiran dan memberikan ketenangan. Kamu dapat memilih tempat yang tenang dan jauh dari keramaian, tetapi apabila kamu melakukan kesalahan dalam gerakan yoga maka dapat berakibat fatal.

    Kamu dapat melakukan gerakan mudah seperti cobra pose, camel pose, atau child pose. Kamu harus menghindari gerakan yang menahan berat tubuh seperti palnking pose.
  4. Bersepeda Santai
    Untuk menghabiskan waktu ngabuburit, kamu dapat melakukan olahraga ini sambil menikmati angin sore atau mencari jajanan untuk berbuka. Apabila kamu pemula, kamu dapat bersepda dengan jarak yang dekat saja.

    Tetapi apabila sudah terbiasa kamu dapat mencoba untuk jarak yang jauh. Seperti menurut penelitian bersepeda dalam waktu 45 menit dapat membakar 300 kalori untuk wanita dan 350 kalori untu pria. Tetapi jangan sampai kebablasan, kamu harus ingat bahwa cairan pada tubuh kamu terbatas agar terhindar dari dehidrasi agar badan kamu tidak lemas. 

Itulah beberapa olahraga ringan yang dapat kamu lakukan pada bulan puasa.
Read More