Menyiapkan Anak Puasa Untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Menyiapkan Anak Puasa Untuk Menyambut Bulan Ramadhan
Menyiapkan Anak Puasa Untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Menyiapkan Anak Puasa Untuk Menyambut Bulan Ramadhan - Puasa di bulan Ramdhan adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim yang sudah dewasa atau akil baligh. Sedangkan bagi anak-anak, puasa memang belum diwajibkan namun sebaiknya sudah dikenalkan kemudian diajarkan sejak dini agar ia tidak asing dengan puasa.

Mungkin Anda masih ingat dulu orang tua mengajarkan unuk puasa setengah hari, ada yang boleh makan dan minum saat pukul dua belas siang kemudian puasa lagi, ada yang cukup berhenti puasa sampai siang saja. Cara ini adalah cara untuk mengajarkan dan membiasakan anak untuk berpuasa agar nanti ketika sudah dewasa, ia bisa menjalankan puasa secara penuh.

Lalu adakah cara yang lain untuk mengenalkan dan mengajarkan pada anak untuk berpuasa, tidak hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan nafsu lainnya? Berikut adalah tipsnya untuk Anda sebagai persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan.


Waktu yang tepat untuk mengajarkan puasa

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa? Sunnah Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa pada usia 7 tahun anak sudah mulai bisa diajarkan untuk beribadah yang hukumnya wajib misalnya puasa dan juga shalat fardu. Mengajarkan anak untuk puasa tidak perlu dengan dipaksa, anak dengan sendirinya akan tertarik dan termotivasi apabila orang tuanya memberikan contoh yang baik
.
Sedangkan menurut psikologi anak, usia 4 tahun sudah mulai bisa diajarkan untuk mengikuti kebiasaan beribadah misalnya ikut bangun saat saur, ikut mengenakan mukena atau sarung ketika tiba saatnya shalat, dan sebagainya.

Melatih anak untuk menyambut bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan menyesuaikan dengan mood anak agar puasa tidak menjadi sesuatu yang dipaksakan.


Membagi waktu puasa

Pemahaman sederhana anak tentang puasa adalah menahan hawa nafsu untuk makan dan minum. Karena itu Anda bisa memberikan pelajaran awal tentang puasa kepada anak dengan melatihnya menahan lapar dan menahan haus secara bertahap dari subuh sampai magrib.

Misalnya di pagi hari setelah sarapan, anak Anda puasa hingga siang hari di waktu dzuhur. Kemudian bisa dilanjutkan dengan berpuasa hingga waktu ashar, sampai pada akhirnya dilatih untuk puasa seharian penuh hingga matahari terbenam. Ajarkan puasa sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya agar anak tidak merasa terlalu keberatan untuk berpuasa.


Menyambut keberhasilan anak dalam berpuasa

Anak-anak suka sekali diberi pujian dan diberi perhatian atas apa yang sudah dilakukannya. Maka dari itu untuk memberikan motivasi agar anak bisa semangat puasa hingga saatnya nanti menjalankan puasa sehari penuh, berikan reward sesuai dengan apa yang sudah menjadi pencapaiannya.

Penghargaan yang diberikan tidak selalu berupa hadiah mainan baru atau hal-hal yang sifatnya material. Anda bisa memberikan penghargaan atau reward misalnya dengan membuatkannya menu buka puasa yang spesial, memberikannya perhatian penuh dan menemaninya bermain atau membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, dan berbagai macam bentuk reward lainnya sesuai dengan kemampuan dan kreativitas Anda.


Perhatikan kondisi fisik anak

Tubuh anak kecil tentu punya daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan orang dewasa, apalagi jika sebelumnya ia tidak pernah puasa penuh. Inilah pentingnya mengajarkan anak puasa secara bertahap karena untuk memberikan kesempatan bagi tubuhnya untuk terbiasa dengan pola makan saat puasa.

Selama melatih anak untuk puasa demi menyambut bulan Ramadhan agar sukses, jangan lepaskan perhatian Anda pada kondisi anak. Apabila anak sudah terlihat lemas, pucat, dan kondisi lesu lainnya sebaiknya segera hentikan puasanya. Hal ini penting untuk jadi perhatian orang tua karena kadang anak terlalu bersemangat untuk puasa sehingga tidak mau diajak berhenti puasa ketika badannya sudah lemas.

Subscribe to receive free email updates: