4 Golongan Orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

4 Golongan Orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan
4 Golongan Orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

4 Golongan Orang Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa di Bulan RamadhanGolongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa. Perlu kita ketahui, bahwa golongan manusia pada bulan suci Ramadhan bisa dibagi ke dalam 3 golongan, yakni golongan pertama yang diperbolehkan berpuasa maupun boleh untuk tidak berpuasa, golongan kedua orang yang wajib untuk tidak berpuasa, kemudian golongan ketiga yaitu orang yang wajib menjalankan puasa.

1. Orang Yang Sakit

Adapun yang dimaksud orang sakit ini adalah orang yang mempunyai penyakit dan membuatnya tak lagi bisa dikatakan sehat. Para ulama sudah sepakat tentang bolahnya orang yang sedang sakit tidak menjalnakan puasa. 

Ketika dia sudah sembuh, maka ia harus mengqodho’nya atau menggantinya pada hari yang lain. Adpaun ada beberapa kondisi pada orang sakit ini, diantaranya :

  • Kondisi Sakit Ringan
    Jika sakitnya ringan, serta tak akan berpengaruh terhadap kesehatannya bila tetap menjalankan ibadah puasa. Contohnya saja sakit kepala atau pusing, perut keroncongan dan pilek. Maka dalam kondisi ini, orang tersebut harud tetap berpuasa.

  • Kondisi Sakit Akan Bertambah Parah Jika Berpuasa
    Kondisi sakit yang kedua yaitu jika sakitnya bertambah parah bila berpuasa atau menjadi sulit sembuh bila berpuasa, tapi hal tersebut tak terlalu membahayakan. Pada kondisi ini, maka dianjurkan tidak berpuasa atau dimakruhkan bila tetap berpuasa.

  • Kondisi Sakit Berat Bahkan Menyebabkan Kematian Bila Berpuasa
    Untuk kondisi yang ketiga yaitu jika tetap berpuasa bisa menyusahkan dirinya sendiri, bahkan bisa menyebabkan kematian jika berpuasa. Maka pada kondisi tersebut diharamkan baginya untuk berpuasa. Ketentuan tersebut telah dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 29.


2. Musafir

Golongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa berikutnya adalah musafir. Musafir merupakan orang yang sedang melakukan perjalanan jarak jauh, dengan begitu memperoleh keringanan mengqoshor shalat dan disyariatkan untuk tak berpuasa. 

Ketentuan ini berdasarkan surat al-baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa siapa saja yang sedang dalam perjalanan atau sedang sakit kemudian berbuka, maka orang tersebut wajib berpuasa (mengqodhonya) sebanyak waktu yang telah ditinggalkannya di hari lainnya (bukan bulan ramadhan).

Lalu, mana yang paling utama bagi musafir, apakah berpuasa atau tidak? Banyak ulama yang berselisih pendapat mengenai hal ini. Sesudah menelitinya lebih dalam dengan menggabungkan berbagai dalil, bisa dikatakan musafir juga mengalami 3 kondisi.

  • Kondisi Pertama
    Bila berat berpuasa atau sukar untuk melakukannya pada waktu itu, maka yang lebih utama adalah tidak berpuasa. Hal ini juga dijelaskan dalam hadist HR. Bukhari nomor 1946 dan HR. Muslim nomor 1115, yang menyatakan bahwa tidak baik menjalankan puasa saat sedang safar (bagi musafir) sebab pada waktu itu sedang dalam kondisi yang susah atau menyulitkan.

  • Kondisi Kedua
    Bila tak memberatkan untuk menjalankan puasa dan tak menyulitkan melakukan berbagai kebaikan, dengan begitu pada kondisi ini lebih baik berpuasa.

  • Kondisi Ketiga
    Bila berpuasa akan memperoleh kesulitan berat bahkan bisa mengantarkannya ke dalam bahaya hingga kematian, maka pada waktu itu wajib untuk tidak menjalankan puasa dan haram baginya untuk berpuasa.


3. Orang Yang Sudah Tua Renta Dengan Kondisi Lemah

Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa berikutnya adalah tua renta yang dalam keadaan lemah, dan orang sakit yang tak kunjung sembuh. Banyak ulama yang telah sepakat bahwa setiap orang yang sudah tua renta dan tak mampu berpuasa, maka diperbolehkan baginya tidak berpuasa serta tak ada qodho untuk orang tersebut. 

Berdasarkan kebanyakan ulama, bagi mereka cukup dengan memberi fidyah yakni dengan memberi makan pada orang miskin sebanyak hari yang telah ditinggalkannya untuk berpuasa. Sama halnya dengan orang sakit tak kunjung sembuh, ia disamakan kondisinya dengan orang yang sudah tua renta yang tak bisa menjalankan puasa. 

Dengan begitu diharuskan untuk mengeluarkan fidyah.

4. Wanita Menyusui dan Wanita Hamil

BIla wanita yang sedang hamil takut jika janin di dalam kandungannya mengalami bahaya ataupun bagi wanita menyusui merasa takut jika bayinya di sapih dikarenakan keduanya berpuasa, untuk itu diperbolehkan bagi kedua kondisi ini untuk tak berpuasa. Akan tetapi, apakah keduanya mempunyai kewajiban untuk membayar fidyah ataukah mengqodho? Untuk masalah ini terdapat 5 pendapat. 


Itulah beberapa golongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa saat bulan suci ramadhan!


Subscribe to receive free email updates: