7 Keistimewaan Ramadhan

7 Keistimewaan Ramadhan

7 Keistimewaan Ramadhan
7 Keistimewaan Ramadhan

7 Keistimewaan RamadhanBulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh kaum muslimin. Setelah 11 bulan lamanya tubuh ini bekerja rutin, maka terdapat 1 bulan yang di dalamnya diwajibkan puasa bagi orang-orang beriman.

Ada sebagian pihak mengatakan kalau puasa itu hanyalah menukar jam normal makan saja. Padahal puasa khususnya puasa Ramadhan mengandung begitu banyak hikmah dan kebaikan. Setidaknya ada tujuh keistimewaan Ramadhan. Keistimewaan-keistimewaan apakah itu? mari kita simak bersama.


  • Puasa adalah ibadah yang istimewa
Dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman,"Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya."

Tidak seperti ibadah-ibadah lainnya, yang memang pada hakekatnya kebaikan dari ibadah tersebut akan kembali kepada manusia sendiri yang melakukannya, khusus untuk puasa, Allah SWT langsung yang akan memberikan balasannya. Ketika berpuasa kita tidak benar-benar tahu apakah seseorang itu berpuasa atau tidak, karena hanya Allah SWT dan dirinya sendiri yang mengetahuinya.

  • Bulan di dalamnya diturunkan Al Qur'an
Kesitimewaan berikutnya terkait bulan Ramadhan ini adalah bulan diturunkannya Al Qur'an sebagai petunjuk jalan bagi seluruh manusia, seperti ditulis pada kitab suci Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 185:


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.(2:185).

  • Ar Rayyan, pintu surga khusus orang yang puasa
"Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain mereka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?' Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi." (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947).

Allah SWT membuatkan pintu khusus di surga untuk orang-orang yang berpuasa dan tidak bisa dimasuki oleh golongan lain. Begitu khususnya pahala untuk orang-orang yang berpuasa.

Dalam riwayat lain terkait pintu surga Ar Rayyan ini, Sahal bin Sa’ad menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Orang-orang yang berpuasa memiliki satu pintu di surga yang bernama Ar Rayyan. Tak ada yang memasuki (surga) melalui pintu itu selain mereka. Apabila ahli puasa terakhir telah masuk, pintu itu pun ditutup. Barang siapa memasuki (surga) melalui pintu itu, ia akan minum dan barangsiapa yang minum ia tidak akan dahaga selamanya.”
  • Dikabulkannya doa
Bulan Ramadhan adalah ladang pahala dan pertaubatan. Kita harus optimal memanfaatkan peluang ini, salah satunya dengan memperbanyak doa. Doa adalah senjatanya orang-orang beriman.

Dalam suatu riwayat, Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “(Ada) tiga doa mustajab, yaitu doa orang yang puasa, doa orang yang teraniaya, dan orang yang berpergian. (HR. Baihaqi).

Doa orang-orang yang berpuasa akan dikabulkan olehNya.

  • Perisai dari maksiat dan api neraka
Puasa adalah pelindung terhadap perbuatan maksiat dan api neraka. Puasa melatih kita untuk mengontrol diri dan mengendalikan hawa nafsu serta perbuatan yang terlarang lainnya.

Puasa merupakan perisai yang digunakan seorang hamba untuk melindingi diri dari neraka. Rasulullah bersabda: “Puasa adalah perisai yang digunakan hamba untuk melindungi dari neraka.”

Imam An-Nawawi berkata,“Puasa adalah perisai,” artinya penutup dan penghalang diri dari perbuatan keji dan dosa-dosa, sekaligus perisai dari api Neraka.

  • Laitul Qadar
Terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bila kita beribadah di malam Laitul Qadar maka kita akan mendapatkan pahala yang setara dengan nilai ibadah selama 83 tahun lebih.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.(ad-Dukhan: 3)

   وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ , لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? , Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al Qadr:2-3)
  • Pembebasan dari api neraka
Di bulan Ramadhan setan dibelenggu, pintu surga dibuka lebar, dan pintu neraka ditutup rapat pada bulan ini.

Abu Hurairah ra meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sungguh setiap kali (waktu) berbuka, Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka, dan itu terjadi di setiap malam.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad,Thabrani, dan Baihaqi).


Read More
Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Kurma


Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAWBuka puasa adalah saat-saat yg dinantikan oleh mereka yang berpuasa. Kenikmatannya bukan sebatas pada makanan yang disantap, tetapi suasana ruhani dan relijius tampak lebih terasa pengaruhnya. Inilah bonus langsung yang Allah berikan bagi orang yang berbuka puasa;



لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ



"Bagi orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaum itu". (Muttafaq alaih)


Ada beberapa hal perlu diperhatikan saat berbuka.


  • Perhatikan adab makan;
    Baca basmalah, makan dgn tangan kanan dan ambil makanan yg terdekat. Jangan lupa berdoa saat berbuka, krn itu termasuk waktu yg mustajabah. 

  • Awali buka puasa dengan ruthab (kurma setengah masak) jika tidak, maka dengan kurma yang sudah masak dan jika tidak ada juga minumlah beberapa teguk air putih.

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

    "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak dengan air maka dengan beberapa kurma, dan apabila tidak ada kurma maka beliau minum air putih beberapa teguk." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi)

    Setelah itu baru menyantap makanan lainnya.

  • Dari riwayat di atas juga diisyaratkan bahwa Rasulullah saw berbuka ringan saja untuk kemudian segera shalat (Maghrib). Ini lebih baik ketimbang langsung makan makanan berat. Dari sisi ibadah tidak menyebabkan terlambat shalat, dari sisi kesehatan pun lebih baik bagi lambung agar tidak kaget dengan makanan yang banyak sekaligus setelah kosong seharian.

  • Usahakan sedapat mungkin buka bersama keluarga inti. Kesempatan terbaik untuk membangun kehangatan keluarga dalam bingkai iman dan takwa.

  • Mengendalikan diri ternyata tidak hanya dibutuhkan saat berpuasa, tapi juga tetap dibutuhkan ketika berbuka. Makanlah secukupnya jangan terlalu kenyang. Penting menyederhanakan jenis makanan yang dihidangkan agar tidak terjebak pada sikap berlebih-lebihan yang terlarang atau tabzir dengan membuang makanan.


Selamat menantikan berbuka puasa, semoga Allah ridhai. (Ustadz Abdullah Haidir)
Read More
Sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menyambut Ramadhan 1438H-2017M

Sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menyambut Ramadhan 1438H-2017M

Menyambut Bulan Ramadhan 1438H
Menyambut Bulan Ramadhan 1438H


Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa diseluruh Indonesia yang berbahagia..






Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yg memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah bulan suci Ramadhan.

Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, nabi pembawa kedamaian, nabi yang mengajarkan agar kita dapat hidup rukun dan saling menghormati kepada sesama umat manusia.

Malam ini Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyelenggarakan sidang isbat untuk mengambil keputusan penetapan awal bulan Ramadhan tahun ini. 

Alhamdulillah sidang telah diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara sahabat, para alim ulama para pimpinan ormas Islam, anggota badan hisab dan rukyat dan para ahli astronomi.

Sidang isbat telah menyepakati dan memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1438 Hijriyah bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 27 mei 2017, dengan demikian puasa Ramadhan akan kita mulai pada hari Sabtu besok .

Untuk itu kami atas nama Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan. 

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima segala kebaikan dan Amaliyah ibadah yang kita lakukan sehingga kita menjadi orang-orang yang mencapai derajat Muttaqin.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, dalam kesempatan menyambut bulan suci Ramadhan ini izinkan kami menyampaikan beberapa hal:

Pertama, kami mengajak seluruh umat Islam di seluruh pelosok negeri untuk benar-benar menjaga kesucian bulan Ramadhan dalam makna yang sepenuhnya, sebagaimana kita Mahfumi terminologi Ramadhan dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar Romadho yang berarti membakar. Hal ini bermakna bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan untuk membakar hawa nafsu, amarah murka, caci maki dan perilaku-perilaku destruktif lainnya.

Oleh karenanya, marilah kita jaga kesucian Ramadhan ini jangan sampai dikotori dengan ujaran kebencian, caci maki, menghina dan memfitnah baik dalam ruang sosial lebih-lebih dalam ruang keagamaan.

Jangan sampai ruang keagamaan apalagi ruang ibadah yang bersifat sakral itu dikotori dengan ujaran kebencian yang justru dapat menghilangkan kesucian dalam beribadah. 

Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai ruang untuk bermuhasabah, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas diri yang di samping dituntut untuk Saleh secara individual, juga Saleh secara sosial, yang mampu menjalin kedamaian di antara sesama umat manusia.

Beribadah puasa hendaknya juga mampu ditunjukkan dengan sikap kasih sayang terhadap sesama, menghargai dan menghormati kepada orang lain. 

Hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyatakan betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.

Orang yang melakukan ibadah puasa tidak akan mendapatkan balasan apapun jika dirinya tidak mampu membangun kedamaian dalam kehidupan sosialnya. 

Meski berpuasa jika lisan dan tindakannya tidak terkontrol maka ia tidak akan mendapatkan balasan pahala apapun. 

Dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwa manusia itu terdiri atas 2 unsur yakni unsur nasuth atau unsur
kemanusiaan dan unsur lahut atau unsur ketuhanan. 

Unsur lahut merupakan sifat-sifat yang baik seperti kesucian, kedamaian, kebaikan, ikhlas, menghargai, jujur dan se misalnya, sementara unsur nasuth merupakan sifat-sifat materialistik yang melekat pada manusia seperti sikap hedonis, pamrih, permusuhan, adu domba dan semisalnya 

Dalam konteks Ramadhan ibadah puasa itu sesungguhnya menghilangkan unsur-unsur nasuth dan dalam waktu bersamaan memperkuatkan unsur-unsur lahut.

Puasa itu meminimalisasi bahkan menghilangkan sikap hedonistik materialistik dan dalam waktu bersamaan mengaktifkan orientasi yang bersifat kebaikan, kedamaian kelemah-lembutan, menghargai orang lain dan lain sebagainya. 

Jika sifat-sifat Tuhan atau unsur-unsur lahut itu terbiasa disemai  dalam diri kita maka potensi kita untuk semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala tentu akan semakin tinggi.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia,


Kedua, dalam konteks kebangsaan, keagungan Ramadhan hendaknya dimanifestasikan untuk memperteguh komitmen kebangsaan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila. 

Negara kita adalah negara yang masyarakatnya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai agama. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara kesatuan Republik Indonesia merupakan kesepakatan berupa konsensus nasional yang mempersatukan seluruh elemen bangsa baik agama, suku, golongan dan budaya yang beraneka.

Momentum Ramadhan hendaknya dapat dijadikan sebagai pusat gerakan bersama dalam menegaskan dan meneguhkan kembali ideologi Pancasila sebagai basis membangun negara yang religius. 

Kami mengajak kepada seluruh umat beragama di Indonesia untuk terus memperkuat kembali militansi dan patriotisme kebangsaan kita.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, 

Dengan menjadikan Ramadhan sebagai basis penguatan kualitas diri sebagai Muslim dan sekaligus penguatan kebangsaan sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai keluhuran agama dan negara diyakini ritual Ramadhan akan semakin bermakna. 

Di samping menjadikan Pribadi muslim yang Paripurna, Ramadhan juga memperkuat komitmen kebangsaan sebagai warga negara. 

Mari kita sambut kehadiran Ramadhan dengan penuh sukacita.

Ramadhan sebagai bulan yang pintu ampunan dan kasih sayangNYA terbuka lebar,di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, di siang hari diwajibkan berpuasa sementara di malam harinya disunnahkan untuk memperbanyak sholat malam. 

Seluruh waktu kita gunakan untuk berbagai aktivitas yang bermanfaat. 

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, 

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengajak seluruh umat beragama, Mari kita jaga suasana kerukunan dan persaudaraan diantara kita sebagai sesama anak bangsa. 

Mari kita jaga suasana penuh kedamaian ini agar saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyu dan khidmat.

Semoga dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberkahi bangsa dan negara Indonesia dan semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNYA.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menteri Agama RI

Lukman Hakim Saifuddin




Read More