Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Kurma


Buka Puasa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAWBuka puasa adalah saat-saat yg dinantikan oleh mereka yang berpuasa. Kenikmatannya bukan sebatas pada makanan yang disantap, tetapi suasana ruhani dan relijius tampak lebih terasa pengaruhnya. Inilah bonus langsung yang Allah berikan bagi orang yang berbuka puasa;



لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ



"Bagi orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaum itu". (Muttafaq alaih)


Ada beberapa hal perlu diperhatikan saat berbuka.


  • Perhatikan adab makan;
    Baca basmalah, makan dgn tangan kanan dan ambil makanan yg terdekat. Jangan lupa berdoa saat berbuka, krn itu termasuk waktu yg mustajabah. 

  • Awali buka puasa dengan ruthab (kurma setengah masak) jika tidak, maka dengan kurma yang sudah masak dan jika tidak ada juga minumlah beberapa teguk air putih.

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

    "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak dengan air maka dengan beberapa kurma, dan apabila tidak ada kurma maka beliau minum air putih beberapa teguk." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi)

    Setelah itu baru menyantap makanan lainnya.

  • Dari riwayat di atas juga diisyaratkan bahwa Rasulullah saw berbuka ringan saja untuk kemudian segera shalat (Maghrib). Ini lebih baik ketimbang langsung makan makanan berat. Dari sisi ibadah tidak menyebabkan terlambat shalat, dari sisi kesehatan pun lebih baik bagi lambung agar tidak kaget dengan makanan yang banyak sekaligus setelah kosong seharian.

  • Usahakan sedapat mungkin buka bersama keluarga inti. Kesempatan terbaik untuk membangun kehangatan keluarga dalam bingkai iman dan takwa.

  • Mengendalikan diri ternyata tidak hanya dibutuhkan saat berpuasa, tapi juga tetap dibutuhkan ketika berbuka. Makanlah secukupnya jangan terlalu kenyang. Penting menyederhanakan jenis makanan yang dihidangkan agar tidak terjebak pada sikap berlebih-lebihan yang terlarang atau tabzir dengan membuang makanan.


Selamat menantikan berbuka puasa, semoga Allah ridhai. (Ustadz Abdullah Haidir)

Subscribe to receive free email updates: