Sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menyambut Ramadhan 1438H-2017M

Menyambut Bulan Ramadhan 1438H
Menyambut Bulan Ramadhan 1438H


Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa diseluruh Indonesia yang berbahagia..






Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yg memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah bulan suci Ramadhan.

Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, nabi pembawa kedamaian, nabi yang mengajarkan agar kita dapat hidup rukun dan saling menghormati kepada sesama umat manusia.

Malam ini Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyelenggarakan sidang isbat untuk mengambil keputusan penetapan awal bulan Ramadhan tahun ini. 

Alhamdulillah sidang telah diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara sahabat, para alim ulama para pimpinan ormas Islam, anggota badan hisab dan rukyat dan para ahli astronomi.

Sidang isbat telah menyepakati dan memutuskan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1438 Hijriyah bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 27 mei 2017, dengan demikian puasa Ramadhan akan kita mulai pada hari Sabtu besok .

Untuk itu kami atas nama Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan. 

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima segala kebaikan dan Amaliyah ibadah yang kita lakukan sehingga kita menjadi orang-orang yang mencapai derajat Muttaqin.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, dalam kesempatan menyambut bulan suci Ramadhan ini izinkan kami menyampaikan beberapa hal:

Pertama, kami mengajak seluruh umat Islam di seluruh pelosok negeri untuk benar-benar menjaga kesucian bulan Ramadhan dalam makna yang sepenuhnya, sebagaimana kita Mahfumi terminologi Ramadhan dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar Romadho yang berarti membakar. Hal ini bermakna bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan untuk membakar hawa nafsu, amarah murka, caci maki dan perilaku-perilaku destruktif lainnya.

Oleh karenanya, marilah kita jaga kesucian Ramadhan ini jangan sampai dikotori dengan ujaran kebencian, caci maki, menghina dan memfitnah baik dalam ruang sosial lebih-lebih dalam ruang keagamaan.

Jangan sampai ruang keagamaan apalagi ruang ibadah yang bersifat sakral itu dikotori dengan ujaran kebencian yang justru dapat menghilangkan kesucian dalam beribadah. 

Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai ruang untuk bermuhasabah, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas diri yang di samping dituntut untuk Saleh secara individual, juga Saleh secara sosial, yang mampu menjalin kedamaian di antara sesama umat manusia.

Beribadah puasa hendaknya juga mampu ditunjukkan dengan sikap kasih sayang terhadap sesama, menghargai dan menghormati kepada orang lain. 

Hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyatakan betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.

Orang yang melakukan ibadah puasa tidak akan mendapatkan balasan apapun jika dirinya tidak mampu membangun kedamaian dalam kehidupan sosialnya. 

Meski berpuasa jika lisan dan tindakannya tidak terkontrol maka ia tidak akan mendapatkan balasan pahala apapun. 

Dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwa manusia itu terdiri atas 2 unsur yakni unsur nasuth atau unsur
kemanusiaan dan unsur lahut atau unsur ketuhanan. 

Unsur lahut merupakan sifat-sifat yang baik seperti kesucian, kedamaian, kebaikan, ikhlas, menghargai, jujur dan se misalnya, sementara unsur nasuth merupakan sifat-sifat materialistik yang melekat pada manusia seperti sikap hedonis, pamrih, permusuhan, adu domba dan semisalnya 

Dalam konteks Ramadhan ibadah puasa itu sesungguhnya menghilangkan unsur-unsur nasuth dan dalam waktu bersamaan memperkuatkan unsur-unsur lahut.

Puasa itu meminimalisasi bahkan menghilangkan sikap hedonistik materialistik dan dalam waktu bersamaan mengaktifkan orientasi yang bersifat kebaikan, kedamaian kelemah-lembutan, menghargai orang lain dan lain sebagainya. 

Jika sifat-sifat Tuhan atau unsur-unsur lahut itu terbiasa disemai  dalam diri kita maka potensi kita untuk semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala tentu akan semakin tinggi.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia,


Kedua, dalam konteks kebangsaan, keagungan Ramadhan hendaknya dimanifestasikan untuk memperteguh komitmen kebangsaan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila. 

Negara kita adalah negara yang masyarakatnya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai agama. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara kesatuan Republik Indonesia merupakan kesepakatan berupa konsensus nasional yang mempersatukan seluruh elemen bangsa baik agama, suku, golongan dan budaya yang beraneka.

Momentum Ramadhan hendaknya dapat dijadikan sebagai pusat gerakan bersama dalam menegaskan dan meneguhkan kembali ideologi Pancasila sebagai basis membangun negara yang religius. 

Kami mengajak kepada seluruh umat beragama di Indonesia untuk terus memperkuat kembali militansi dan patriotisme kebangsaan kita.

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, 

Dengan menjadikan Ramadhan sebagai basis penguatan kualitas diri sebagai Muslim dan sekaligus penguatan kebangsaan sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai keluhuran agama dan negara diyakini ritual Ramadhan akan semakin bermakna. 

Di samping menjadikan Pribadi muslim yang Paripurna, Ramadhan juga memperkuat komitmen kebangsaan sebagai warga negara. 

Mari kita sambut kehadiran Ramadhan dengan penuh sukacita.

Ramadhan sebagai bulan yang pintu ampunan dan kasih sayangNYA terbuka lebar,di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, di siang hari diwajibkan berpuasa sementara di malam harinya disunnahkan untuk memperbanyak sholat malam. 

Seluruh waktu kita gunakan untuk berbagai aktivitas yang bermanfaat. 

Kaum muslimin dan muslimat para pemirsa di seluruh Indonesia yang berbahagia, 

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengajak seluruh umat beragama, Mari kita jaga suasana kerukunan dan persaudaraan diantara kita sebagai sesama anak bangsa. 

Mari kita jaga suasana penuh kedamaian ini agar saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyu dan khidmat.

Semoga dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberkahi bangsa dan negara Indonesia dan semoga kita semua senantiasa berada dalam lindunganNYA.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menteri Agama RI

Lukman Hakim Saifuddin





Subscribe to receive free email updates: